BERBASIS JARINGAN DAN KEPERCAYAAN http://bisonaf.com Blog ini adalah tempat untuk anda bergabung dengan kami menjalankan bisnis melalui internet. Mari kita manfaatkan waktu luang yang ada untuk mengais rizki secara halal Fri, 30 Jul 2010 10:30:11 +0700 CMS KOMA v1.00 id http://bisonaf.com http://bisonaf.com/images/logo.gif BERBASIS JARINGAN DAN KEPERCAYAAN TRANSFORMASI DARI EKSEKUTIF KE ENTREPRENEUR http://bisonaf.com/?pg=articles&article=20950 http://bisonaf.com/?pg=articles&article=20950 Wed, 13 Jan 2010 09:07:11 +0700 Owner: Agsus Salim R ARTIKEL http://bisonaf.com/?pg=articles&article=20950 Oleh: Betti Alisjahbana

QBHeadlines. Com - Acara Leadership Series pada tanggal 8 Desember 2009, yang diselenggarakan bersama-sama dengan peluncuran buku saya berjudul “Tiap Detik Bermakna” menghadirkan Teddy P. Rachmat sebagai pembicara. Bagi pengalaman selama 90 menit itu sungguh luar biasa. Tulisan ini saya buat agar lebih banyak orang bisa belajar dari sukses Teddy P. Rachmat.

Teddy membuka sesi bagi pengalaman dengan menuturkan 5 fondasi bisnis yang jadi pegangannya agar sukses :

  1. Memilih model bisnis yang tepat . Sebagai ilustrasi, memilih bidang usaha yang bersaing dengan perusahaan-perusaha an China akan sangat melawan angin. Susah untuk sukses, karena mereka sudah jauh di depan dengan produk -produk yang sangat murah. Sebaliknya memilih bisnis yang mensuplai ke China adalah bisnis yang akan terbawa angin, kemungkinan suksesnya lebih besar. Pilih bisnis dimana kita mempunyai keuntungan komparatif.
  2. Filosofi manajemen . Manajemen adalah proses dari A sampai Z dengan standar yang harus dipenuhi. Masing-masing perusahaan mempunyai prosesnya sendiri. Standar adalah harga mati yang harus dipenuhi dan setiap waktu harus dinaikkan. Proses yang baik akan menghasilkan bisnis yang baik.
  3. Budaya perusahaan yang transparan dan menerapkan meritokrasi . Transparan artinya tidak ada yang disembunyikan, semuanya dilakukan dengan cara yang benar, termasuk membayar pajak, sehingga tidak perlu ada yang disembunyikan. Meritokrasi artinya yang terbaik yang naik, bukan karena kedekatan, atau alasan lain.
  4. Rekrutmen atas dasar karakter, disiplin dan passionate . Orang yang memenuhi 3 syarat ini mudah sekali diajari, tidak perlu IQ tinggi.
  5. Leadership . Ada 3 faktor kepemimpinan yang terpenting. Pertama, adalah contoh atau panutan. Jangan harap pegawai akan datang pada jam 8 pagi kalau pemimpinnya datang jam 9. Pemimpin harus memberikan contoh yang baik. Kedua, pemimpin harus bisa membawa kemajuan. Perusahaan harus terus berkembang hingga menjadi yang terbaik di bidangnya. Ketiga, take care of the people . Sama dengan CEO, pegawai pun punya cita-cita. Mereka ingin mapan, bisa menyekolahkan anak. Tentu pemimpin harus tega untuk mengeluarkan pegawai yang tidak baik. Tetapi mereka yang baik, harus diperhatikan kebutuhannya. Bukan hanya uang, tetapi juga kesempatan untuk berkembang, suasana kerja yang baik dan kebanggaan. Belonging to a winning group tentu merupakan harapan setiap orang.


Dengan kelima prinsip di atas Teddy yang memulai karirnya di Astra International sebagai salesman di Heavy Equipment Division pada tahun 1969, telah membawa Astra International dari perusahaan kelas paviliun, menjadi perusahaan dengan jumlah pegawai 200.000 orang dan nilai kapitalisasi pasar Rp. 140 triliun. Beberapa CEO telah memimpin Astra International setelah Teddy, tetapi nilai-nilai seperti transparansi dan meritokrasi tetap dipertahankan dan itu adalah pondasi sukses Astra yang berkelanjutan.

Dream and Willingness to Pay the Price

Menjawab pertanyaan soal kesempatan yang tidak datang pada semua orang, Teddy menceritakan tiga kisah. Pertama adalah tentang sepupunya yang setelah sekolah di bidang kedokteran selama tujuh tahun dan tinggal sebulan lagi akan lulus, tiba-tiba semua miliknya dan surat-suratnya terbakar dalam peristiwa G-30-S di tahun 1965. Sepupunya itu lalu memutuskan untuk pergi ke Jerman dan menjadi perawat di sana. Selama empat tahun dia mengumpulkan uang sebagai perawat, lalu sekolah kedokteran lagi di Belanda, selama tujuh tahun. Akhirnya dia jadi dokter juga setelah 7 tahun sekolah di Jakarta, 4 tahun mengumpulkan uang di Jerman dan 7 tahun sekolah di Belanda. Total 18 tahun. Kesempatan memang harus dikejar.

Yang kedua, dia bercerita tentang kisah seorang anak di China yang dilihatnya di Discovery Channel. Anak kecil ini berumur 14 tahun dan bercita-cita untuk berbisnis restoran. Ketika ditanya bagaimana mungkin dia bisa berbisnis restoran sementara dia tidak memiliki modal, anak ini lalu bercerita tentang rencana dia. Sebagai pelayan kini dia berpenghasilan 800 yuan sebulan, setara dengan US$ 100. Penghasilannya itu, 40 dolar dikirimkan pada ibunya, 20 dolar dia pakai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan sisanya 40 dolar dia tabung. Setahun dia mengumpulkan 500 dolar. Dalam perhitungannya, untuk membuka restoran dia butuh modal 7500 dolar. Jadi dalam 15 tahun dia akan bisa memulai bisnis restorannya, kata anak kecil ini. Anak ini punya mimpi dan bekerja keras untuk merealisasikan mimpinya.

Yang ketiga, Teddy bercerita tentang Sukanto Tanoto yang pernah menjadi orang terkaya di Indonesia. Ayah Sukanto adalah supir truk, sementara ibunya menyewakan petromaks yang diantarkan oleh Sukanto pada sore hari pada pelanggan dan di ambilnya lagi keesokan harinya. Datang dari keluarga seperti itupun Sukanto bisa menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia.

Bagi Teddy, sukses itu tergantung pada dream and willingness to pay the price. Sukses tidak datang sendiri, melainkan karena adanya kemauan, disiplin dan kerja keras terus menerus. Selama 40 tahun, bila tidak sedang sakit atau di luar negeri, Teddy selalu sudah di kantor pada jam 7:30 pagi. Dan tiap hari, 2 jam dihabiskannya untuk membaca berita. Banyak orang ingin menjadi pengusaha sukses, pertanyaannya, siapkah mereka untuk rugi? Siapkah mereka untuk bekerja keras? Siapkah mereka untuk bangun dari kegagalan-kegagalan dan mulai lagi?

Menjadi Pengusaha Sukses

Pada umur 55 tahun setelah berhasil membesarkan Astra International, Teddy mundur dari Astra dan menjadi pengusaha. Ia memulainya dengan membesarkan Adira Finance, perusahaan pembiayaan yang didirikan ayahnya. Waktu itu Adira Finance adalah perusahaan kecil. Dengan jaminan pribadinyanya, Teddy mendapat pembiayaan masing-masing 2 triliun dari Chairul Tanjung (Bank Mega) dan Arwin Rasyid (Bank Danamon). Perusahaan kecil itu kini mengdatangkan keuntungan 1.5 triliun setahun. Teddy berpendapat bahwa perusahaan pembiyaan seperti Adira Finance akan lebih sukses bila di-back up oleh bank. Itu sebabnya Teddy kemudian menjual Adira Finance pada Bank Danamon. Terus terang Teddy mengatakan ia mendapatkan 300 juta dolar dari penjualan itu, dari modal dengkul.

Untuk menentukan bisnis selanjutnya, Teddy berpikir bahwa energi dan pangan adalah bisnis yang bisa mensuplai ke China. Ia lalu membuka bisnis batubara dan kelapa sawit. Bisnis batubara nya gagal, dan Teddy kehilangan 50 juga dolar disana. Dari pengalaman pahit ini ia belajar, rupanya kelima pondasi bisnis di awal artikel ini tidak diterapkannya. Ia mempercayakan bisnis itu pada orang lain dan tertipu. Kesempatan untuk masuk ke dunia batubara datang lagi ketika saudara sepupunya hendak menjual Adaro. Pada waktu itu sudah ada perusahaan yang akan membeli Adaro dengan harga 750 juta dolar. Teddy meyakinkan sepupunya (Edwin) untuk menjual Adaro kepadanya dengan harga 1 milyar US dolar, padahal saat itu ia hanya punya 50 juta dolar. Jadilah Teddy membeli Adaro dengan modal 50 juta dolar yang dimilikinya dan pinjaman sebesar 950 juta dolar. Kini Adaro bernilai 6 milyar US Dolar, dimiliki oleh 5 keluarga dan sudah melantai di bursa saham. Sementara itu Teddy juga membesarkan Triputra, yang menurut majalah Warta Ekonomi ada di ranking 10 dengan nilai penjualan 30 triliun dan dalam waktu 5 tahun akan menjadi 50 triliun. Adaro dan Triputra telah membuat Teddy menjadi orang terkaya nomor 15 di Indonesia versi majalah Forbes, dengan nilai kekayaan 900 juta dolar.

Untuk menciptakan kekayaan, Teddy memberikan nasihat untuk selalu melawan arus. Artinya belilah perusahaan atau saham ketika orang sedang panik menjual. Teddy juga menasihatkan untuk membuat satu bisnis dulu dengan baik lalu lipat gandakan menjadi banyak ( leverage ). Ilustrasi yang dipakainya buat dulu satu restaurant Mc Donald, bila berhasil, buat 1000 restoran.

Menjawab pertanyaan apakah sebaiknya langsung menjadi pengusaha atau seperti Teddy, menjadi profesional dulu baru menjadi pengusaha, Teddy mengibaratkan, bila ingin menjadi juara tenis, apakah kita langsung ambil raket dan bertanding, atau latihan forehand dulu setahun, lalu backhand setahun, setelah pondasi nya kuat baru terjun bertanding? Kepada anak-anaknya, Teddy menasihatkan untuk latihan dulu, kuasai pondasinya, baru jadi pengusaha. Teddy baru terjun menjadi pengusaha pada usia 55 tahun, dan ternyata tidak terlambat.

Syarat yang lain untuk sukses sebagai pengusaha selain bibit (karakter, passionate dan disiplin) adalah cari lingkungan yang kondusif. Teddy mencontohkan patnernya Sandiaga Uno, yang masih muda namun sudah jadi pengusaha sukses dan masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia. Menurut Teddy, Sandi bekerjanya seperti orang “gila” dan dia masuk ke lingkungan yang sangat kondusif. Bila ingin jadi pengusaha sukses, bergaulah dengan pengusaha, jangan bergaulnya hanya dengan LSM.

Teddy menutup acara dengan nasihat agar kita menjaga reputasi. Jangan pernah tidak menepati janji. Salah satu faktor terpenting dalam suksesnya membangun bisnis adalah reputasi. Teddy mendapat pinjaman bank untuk membesarkan bisnis rugi yang di belinya atas dasar reputasi. Teddy juga kembali menekankan pentingnya dream dan willingness to pay the price . Baginya hoki adalah bangun lebih pagi, kerja lebih keras dan baca lebih banyak.

Sumber: QBHeadlines. Com

]]>
http://bisonaf.com/rss-comments/
BAGAIMANA ORANG "BERHASIL" MELAKUKAN TAHAPANNYA? http://bisonaf.com/?pg=articles&article=11704 http://bisonaf.com/?pg=articles&article=11704 Fri, 20 Nov 2009 10:59:58 +0700 Owner: Agsus Salim R ARTIKEL http://bisonaf.com/?pg=articles&article=11704 Paling tidak ada 3 (tiga) tahapan yang harus dilalui jika seseorang ingin berhasil dalam karier atau profesinya, yaitu:


1. Semua orang yg berhasil Selalu Mencari Jalan Keluar sampai mencapai apa yg diinginkan. Ketika menemui jalan buntu, dia tidak berhenti hanya menyesali keadaan buntu tsb. Dia terus balik badan dan mencoba mencari jalan lain yg bisa dilalui.

Pernah lihat semut berjalan beriringan? Coba anda halangi jalan semut beriringan tsb ketika mereka menuju sumber makanan (roti manis misalnya). Apa yg mereka lakukan ketika anda memblokir jalan mereka? apa mereka berhenti? tidak. Mereka berusaha belok arah mencari jalan yg kosong. Mereka fokus ke arah roti manis yg sudah menjadi incarannya dari tadi. Itulah insting struggle hewan yg layak anda tiru jika ingin berhasil.

Sementara orang yg merasa g a gal a dalah mereka yg berhenti di satu titik ketika menemui kesulitan. Bukannya dia tidak bisa berhasil, hanya saja dia berhenti, banyak mengeluh, dan selalu menghakimi diri sendiri bakal tidak bisa. Akibatnya ya benar jadi tidak bisa...!

Orang yg merasa gagal adalah orang yg tidak mau belajar dari kehidupan. Bahkan dari segi naluri perjuangan, dia kalah oleh hewan semut sekalipun.

2. Semua orang Berhasil Mau Mengasah Mentalnya . Orang berhasil bukan berarti orang tidak pernah mengalami 'kegagalan ', bahkan kebanyakan orang berhasil adalah orang-orang yang pernah terperosok mentalnya karena berbagai kesulitan. Namun keadaan terperosok mental tidak membuat dia lemah. Dia terus mengasah mental seraya menguatkan dirinya ; "Ini adalah jalan yg harus saya lalui jika ingin berhasil".

Sebagaimana pisau, maka mental yg terus diasah dg berbagai tingkat kesulitan akan tajam dengan sendirinya. Kalau sudah tajam (kuat) mentalnya, maka kesulitan apapun rela dia hadapi demi mencapai suatu tujuan mulia, yaitu keberhasilan.

Sementara orang yg merasa gagal adalah orang yg enggan mengasah mentalnya. Ketika menemui suatu kendala dalam bisnis misalnya, dia cepat putus asa. Mentalnya cepat merasa down ketika menghadapi suatu 'ketidakbisaan'. Padahal jika kendala itu rela dia hadapi dengan berbagai upaya, maka mentalnya akan semakin kuat.

Kuatnya mental akan menimbulkan energi baru untuk mencari jalan keluar dari berbagai kesulitan. Bukankah mental kita diuji ketika kita mau Lulus Sekolah dengan berbagai macam ujian harian atau ujian semester? Kita berusaha menguat-nguatkan mental ini agar bisa lulus ujian. Ada yg sudah mempersiapkan mentalnya jauh-jauh hari dan ada yang sistem kebut semalam (sks).

Namun apapun caranya, asal halal, semua ujian perlu kita hadapi dengan persiapan mental yg terus diasah....!

3. Semua Orang berhasil Mau Melewati Proses . Tidak satupun keberhasilan yang dicapai secara tiba-tiba atau instant.

Namun yg terjadi adalah sebaliknya. Keberhasilan itu ternyata tidak instan. Berulangkali saya terperosok dalam kubangan hutang, bisnis saya selalu gagal, mental saya benar-benar terperosok. Untunglah saya coba bertahan dan mau menginstropeksi kekurangnan diri. Setelah belajar dari berbagai keadaan dan mendalami kejiwaan orang-orang yg berhasil, ternyata ada satu hal yg saya lupakan. yaitu Proses .

Ternyata untuk mencapai keberhasilan kita harus mau melewati proses terlebih dahulu. Proses itu bisa dimulai dari mencari ide bisnis, persiapan kelengkapan bisnis, lalu menjalankan bisnis yg tidak selamanya mulus, konsultasi kepada orang2 berhasil, menjalin silaturrahim dengan klien atau partner bisnis, belajar memanajemen keuangan, mengatur waktu kerja yg efektif, dan masih banyak lagi.

Setelah sekian tahun saya menjalani bisnis, ternyata saya baru sadar bahwa menjalani proses tsb ibarat kita sedang Membangun Pondasi Bisnis yg Kokoh . Setelah pondasi bisnis kita kokoh, barulah yg namanya hasil akan mengiringinya.

Kebalikan dari orang berhasil, Orang yg merasa gagal adalah orang yg mengharapkan hasil yg cepat dan instant. Ketika hasil instan yg diharapkan tidak kunjung datang, maka mereka kecewa dan stress, cenderung menyalahkan orang lain atau lingkungan bisnisnya.

Orang gagal tidak pernah mau belajar dari proses yg dilalui. Baginya setiap ada kejadian tidak menyenangkan dalam bisnisnya (misal kerugian, sulit berkembang, dll) dianggap sebagai aib yg menakutkan...

Padahal kejadian tdk menyenangkan adalah bagian dari proses yg akan membuat kita semakin berilmu. Kita jadi tahu apa yg mesti dilakukan untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama , dan kita jadi tahu apa yg mesti dilakukan agar bisnis kita cepat berkembang .

"Ya Allah, Terima Kasih atas Berbagai Kesulitan yg Engkau berikan pada diri ini...! Kesulitan itu telah menyadari Hamba-Mu atas kesalahan diri yg perlu diperbaiki. Hamba semakin yakin bahwa di setiap kesulitan selalu memberikan kemudahan untuk menambah kekuatan diri, dan Tidak ada yg tidak mungkin bagi Hamba jika Engkau Sudah berkehendak...!"

Semoga kita bisa menemukan jati diri setelah membaca 3 tahapan yang dilalui oleh orang-orang sukses.

Pada akhirnya kita sendirilah yg harus bertanggung jawab akan keberhasilan atau kegagalan yang bakal kita hadapi..... !


Bisnis Internet (online) pada dasarnya mengadopsi cara Orang Berbisnis seperti di dunia nyata (offline). Hanya satu perbedaannya, yaitu kita menggunakan teknologi internet untuk berbisnis. Karena menggunakan internet, dan kebetulan masih banyak orang Indonesia yg belum tahu caranya, maka perlu proses belajar dan praktek agar terbiasa menggunakan teknologi ini. Salah satu cara yg bisa dilakukan dg teknologi internet adalah RISET PASAR. Internet merekam begitu banyak data orang yang butuh akan sesuatu. Dan Anda sebagai (calon) Pebisnis, bisa memanfaatkan peluang 'kebutuhan' orang tsb dengan cara yg praktis agar bisa memenuhinya. Maka WEBSITE adalah media yang penting, ibarat toko yang akan memajang produk anda yang dibutuhkan oleh orang-orang tsb. So, setelah Anda tahu kebutuhan orang banyak, Anda akan lebih yakin menjalankan suatu bisnis yg menguntungkan.

]]>
http://bisonaf.com/rss-comments/
PERLUNYA WEBSITE BAGI PEBISNIS http://bisonaf.com/?pg=articles&article=11402 http://bisonaf.com/?pg=articles&article=11402 Sat, 24 Oct 2009 09:00:32 +0700 Owner: Agsus Salim R ARTIKEL http://bisonaf.com/?pg=articles&article=11402 Tidak bisa dipungkiri bahwa bisnis apapun namanya agar bisa berjalan sesuai harapan selalu harus ada 3 hal yang saling terkait satu sama lain yaitu:

1. Produk yang akan dijual

2. Media untuk menawarkan produk tersebut

3. Pihak yang membutuhkan produk tersebut atau konsumen

Produk, bisa berupa produk fisik seperti mobil, rumah, motor, pakaian dan sebagainya yang terlihat nyata. Atau juga bisa berupa produk nonfisik, seperti jasa atau layanan, misalnya jasa konsultan, dokter spesialist, jasa konstruksi, bimbingan belajar dan masih banyak lagi.

Media , adalah sarana yang akan dijadikan alat untuk menawarkan produk yang akan dijual sehingga pihak yang membutuhkan produk itu bisa mengetahui lebih rinci mengenai produk yang mereka butuhkan sebelum memutuskan untuk membelinya. Jika pada bisnis konvensional media ini adalah berupa toko tempat memajang produk-produk yang dijual.

Pihak yang membutuhkan atau konsumen, adalah calon pembeli produk yang akan kita jual, mungkin mereka adalah perorangan, perusahaan, organisasi dan lain sebagainya.

Ujung dari semua bentuk bisnis apapun adalah marketing atau pemasaran, karena tujuan bisnis tidak lain adalah bagaimana produk kita dibeli oleh konsumen. Calon pembeli atau konsumen akan memutuskan membeli atau tidak produk tersebut, tergantung dari banyak hal. Namun yang terpenting ada 2 hal yaitu keinginan (willing) dan kemampuan (ability) untuk membeli..

Jelas sudah agar calon konsumen memutuskan untuk membeli produk kita, maka bagaimana kita mempengaruhi mereka agar mereka tertarik untuk membeli produk yang kita jual. Jika konsumen sudah sangat tertarik atau punya minat yang kuat untuk membeli produk kita, maka unsur kedua yaitu kemampuan (ability) bisa dikalahkan, sebab mereka akan berusaha sekuat tenaga untuk memiliki kemampuan membeli produk tersebut.

Jika pada bisnis konvensional, media yang dibutuhkan berupa toko atau tempat untuk memajang produk-produk yang akan dijual, maka pada bisnis online toko ini digantikan oleh Website dan/atau Blog. Oleh karena itu di era internet saat ini tidak bisa tidak web atau blog mutlak diperlukan bagi mereka yang akan fokus dibisnis online.

]]>
http://bisonaf.com/rss-comments/
AFFILIASI MERUPAKAN BISNIS TANPA MODAL YANG BERARTI NAMUN HASIL YANG CUKUP BERARTI http://bisonaf.com/?pg=articles&article=11400 http://bisonaf.com/?pg=articles&article=11400 Sat, 24 Oct 2009 08:40:33 +0700 Owner: Agsus Salim R ARTIKEL http://bisonaf.com/?pg=articles&article=11400 Saat ini sudah banyak perusahaan diluar negeri yang membuka sistem afiliasi bahkan diantaranya gratis. Artinya si affilate tidak perlu membeli produknya dulu. Mereka merasakan bahwa dengan sistem afiliasi merupakan cara termudah untuk meningkatkan omzet. Dengan memakai sistem afiliasi gratis akan menarik minat pengunjung situsnya untuk mencoba memasarkan produk mereka tanpa harus mengeluarkan biaya lebih dulu. Apalagi jika diimbangi dengan komisi yang menarik bagi siaffiliate. Sebaliknya bagi perusahaan sangat diuntungkan, karena tanpa harus menggaji para sales, produk mereka bisa segera tersebar luas bagaikan virus karena jasa para sales sukarela tersebut. Perusahaan baru akan membayar imbalan berupa komisi kepada para sales sukarela tersebut bila produknya laku terjual. Sebagai contoh adalah perusahaan jasa layanan web hosting Hosgator dari Amerika. Anda bisa lihat disini: http://tinyurl.com/hstgtr

Dan masih banyak lagi perusahaan yang menawarkan program afiliasi demikian. Anda tinggal mencarinya di search engine dengan mengetik kata kunci affiliate.

]]>
http://bisonaf.com/rss-comments/